Bupati Kuansing Tersangka Kasus Suap Hanya Tertunduk Diam

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Andi Putra, yang sudah diputuskan sebagai terdakwa kasus sangkaan suap ijin perkebunan datang di KPK. Andi Putra cuman diam saat dibawa petugas.
Pengamatan detikcom di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (20/10/2021), Andi datang sekitaran jam 18.44 WIB. Ia kelihatan bawa sebuah koper warna ungu.

Ia datang bersama terdakwa yang lain, General Manajer PT Adimulia Agrolestari, Sudarso (SDR). Andi terlihat kenakan baju hitam dengan kaos warna putih. Ke-2 nya cuman diam sekalian jalan masuk ke gedung KPK.

Awalnya, Andi Putra diputuskan sebagai terdakwa karena diperhitungkan terima suap berkaitan hal pemberian izin perkebunan dari Sudarso sejumlah Rp 700 juta. Suap itu diperhitungkan diberi untuk perpanjang hak buat usaha (HGU) perusahaan punya Sudarso.

“Diperhitungkan sudah dilaksanakan pemberian pertama oleh SDR ke AP uang sejumlah Rp 500 juta. Lantas di tanggal 18 Oktober 2021 SDR diperhitungkan kembali memberikan kesiapan itu ke AP memberikan uang sekitaran Rp 200 juta,” tutur Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, Selasa (19/10).

Atas tindakannya itu, Sudarso didugakan menyalahi Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pembasmian Tindak Pidana Korupsi. Dan Andi Putra sebagai terdakwa yang menerima dijaring Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU Pembasmian Tindak Pidana Korupsi.