Syukur Pedagang Pasar Usai Kasus Bela Diri Dipukul Preman Tak Dilanjut

Buntut dari kasus trending pedagang yang bela diri karena dianiaya preman lalu jadi terdakwa, Polri mengatakan penyelidikannya tidak professional.

“”Sesudah dilaksanakan audit penyelidikan terkait dengan kasus itu, jika diketemukan ada penyelidikan yang tidak professional yang sudah dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan Medan,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, seperti diambil dari situs Humas Polri.

“Hingga per 12 Oktober 2021 Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dicabut. Dicabut kedudukannya oleh Kapolrestabes Medan,” tambahnya.

Argo menjelaskan, pengecekan masih dilaksanakan pada Kapolsek Percut Sei Tuan.

Sudah diketahui, kasus ini bermula dari video trending kerusuhan di antara seorang pedagang wanita (LG) dengan pria yang diperhitungkan sebagai preman (BS) pada 5 September 2021.

Polisi sudah tangkap BS yang diperhitungkan lakukan penindasan pada LG. Walau BS telah diamankan, kasus ini belum selesai.

BS memberikan laporan LG sebab menganggap dianya dipukul. Polisi lakukan penyidikan berkaitan pukulan itu.

Sesudah mendapati bukti yang cukup, polisi memutuskan LG sebagai terdakwa.

Dalam surat panggilan pada LG, tercantum terang status terdakwa pada LG.

Surat itu menyebutkan LG sebagai terdakwa dan dijaring pasal 170 subs pasal 351 ayat (1) KUHP.