Mengapa putusan di setiap tingkat peradilan (PT, PN, MA) berbeda padahal pasal KUHP yang digunakan sama?

Pertanyaan :

Mengapa putusan di setiap tingkat peradilan (PT, PN, MA) berbeda padahal pasal KUHP yang digunakan sama?

Jawaban :


Karena PN berwenang atas keputusan tingkat pertama. Jika salah satu pihak dalam perkara persidangan tidak puas atas keputusan hakim, maka ia bisa mengajukan upaya hukum yang lebih tinggi, yakni BANDING ke PT, selanjutnya jika pihak yang berperkara ada yang masih belum puas terhadap putusan hakim pada tingkat ini maka bisa mengajukan upaya hukum berupa KASASI. Jika dari putusan kasasi masih belum puas juga, maka bisa melakukan upaya hukum (terakhir) pada MA, upaya hukum terakhir ini disebut PK:PENINJAUAN KEMBALI. PK disebut sebagai upaya kukum terakhir karena kepetusan hakim pada tingkat ini memiliki kekuatan hukum tetap dan tidak bisa diajukan upaya hukum yang lain lagi.,
,
Ya karena setiap hakim/jaksa pasti memeriksa/mempertimbangkan kembali putusan hakim yg terdahulu bukan sekedar untuk di periksa tapi di tinjau kembali setelah banding barulah ia dinyatakan seberapa besar hukuman yg akan diterimahnya.

Diatas Merupakan Jawaban dari Mengapa putusan di setiap tingkat peradilan (PT, PN, MA) berbeda padahal pasal KUHP yang digunakan sama? Semoga jawaban tersebut bisa membantu siswa-siswi yang sedang mencari jawaban dari soal yang di tanyakan . Kemudian bapak ibu guru menyarankan agar siswa siswi melakukan pencarian jawaban dari soal selanjutnya di situs kami.

Dislcaimer :

Jawaban yang disediakan pada artikel diatas hanya untuk digunakan oleh orang tua siswa-siswi untuk memandu proses belajar online siswa-siswi sehingga proses belajar jadi lebih mudah. Soal yang ditanyakan diatas merupakan soal berupa pertanyaan yang terbuka, yang berarti banyak jawaban yang lain sehingga tidak terpaku jawaban seperti diatas. mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat bagi orangtua dan siswa-siswi, Trimakasih

kilasberita.me